Monday, March 16, 2015

Jurnal Balik pada SAIBA 2015

Jurnal balik (reversing entries) adalah jurnal yang dibuat pada awal suatu periode akuntansi untuk membalik jurnal penyesuaian tertentu yang dibuat pada periode sebelumnya. Jurnal tersebut dibuat agar pencatatan dalam periode berikutnya dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Pada aplikasi SAIBA2015, cara melakukan jurnal balik sedikit berbeda dengan aplikasi SAKPA2014 maupun SAKPA-SAKPA sebelumnya. Bila pada aplikasi SAKPA dulu, cara jurnal balik melibatkan akun yang sama dengan jurnal penyesuaian pada sakpa sebelumnya hanya saja memberikan nilai minus pada jumlah rupiahnya. Namun itu berbeda dengan jurnal balik pada SAIBA 2015. Berikut contoh kasus jurnal balik pada SAIBA2015.
Dimisalkan informasi akrual di akhir Desember 2014 sebagai berikut:
Dimana jumlah belanja barang yang masih harus dibayar sebesar Rp 2.840.025 yang terdiri dari tagihan listrik Rp 978.680, tagihan telepon Rp 670.365, tagihan langganan air Rp 434.950, dan tagihan internet Rp 756.130.
Pencatatan jurnal neraca pada SAKPA 2014 seperti gambar berikut, kode akun 212112 berpasangan denga 311611 sebesar Rp 2.840.025
Neraca setelah jurnal akrual tersebut dapat di lihat pada gambar berikut ini, hasil dari jurnal akrual tersebut adalah munculnya saldo utang kepada pihak ketiga.
Seperti yang kami tulis di atas, untuk jurnal balik pada SAIBA 2015 berbeda dengan SAKPA. Bila pada SAKPA dulu, bentuk jurnal balik seperti halnya jurnal penyesuaian hanya saja nilainya diminuskan. Namun pada SAIBA 2015 jurnal baliknya sedikit berbeda.

Untuk kasus seperti pada tulisan ini (belanja barang yang masih harus dibayar) jurnal balik bisa kita lakukan pada menu Jurnal Penyesuan (bila pada SAKPA dulu hanya ada jurnal neraca) seperti gambar di bawah.
Pengisian jurnal penyesuaian tersebut mengharuskan kita memilih terlebih dahulu kategori jurnal penyesuaiannya terlebih dahulu. Dalam kasus ini kategorinya ada pada nomer 4 yakni Beban yang masih harus dibayar
Lalu akun yang dimasukkan adalah langsung pada akun belanja bersangkutan (bukan 212112 berpasangan dengan 311611) melainkan 212112 berpasangan langsung dengan belanja yang lebih rinci (5xxxxx) dengan nilai negatif (sebagai pembalik)
Berikut ini hasil input jurnal pembalik berdasar informasi akrual pada 31 Desember 2014.
Jurnal penutup tersebut berpengaruh pada Laporan Operasional (LO) seperti gambar berikut ini. hanya saja menurut kami pada bagian jumlah selisih semestinya bernilai negatif (panah merah)
Sedangkan di neraca setelah jurnal pembalik saldo utang kepada pihak ketiga telah dinormalkan (di-nol-kan) seperti gambar berikut
Demikian kurang lebih contoh jurnal balik pada SAIBA 2015, semoga bermanfaat.

tulisan ini kami dedikasikan untuk Bu. Leli Triana kasi Vera pada KPPN sragen yang dengan telaten menerangkan perihal jurnal balik kepada kami. Semoga bermanfaat.

6 comments:

  1. Saya cukup mengerti dan sdh sy praktekkan utk kasus akrual pd belanja yg masih hrs dibayar jasa listrik dan air. Tp sy ada kasus lain yg blm sy jurnal balik utk belanja dibayar di muka atas sewa th 2014 yg berbakhir nov 2015. Bgmn cara jurnal baliknya? trims

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa anda jelaskan? akun dan jurnal penyesuaian (kedua sisi) yang anda lakukan di akhir 2014? atau bagaimana posisi neraca setelah penyesuaian di akhir 2014 atau neraca awal 2015? karena pada dasarnya jurnal balik hanya menormalkan buku besar saja, misal bila dulunya ada penyesuaian belanja dibayar dimuka yang artinya akan timbuk golongan akun piutang melawan belanja sewa. Yang artiya di neraca akan muncul akun piutang besertan nilainya, maka jurnal baliknya adalah mengkredit piutang tersebut dan mendebet belanja sewa yang itu artinya akan menjadi nilai negatif dari salah satu akun pada LO tahun ini (misal di tahun ini tidak ada belanja yang sama)

      Delete
    2. Pada 2014 kami sewa gudang senilai 40 jt utk 4 bln s/d Maret 2015, di neraca tampil belanja dibayar di muka 40 jt. Utk menghilangkannya di 2015 bgmn? saya coba pake akun beban dibayar di muka dengan nilai -40 jt

      Delete
    3. jadi logikanya memang qta menghilangkan nilai belanja dibayar dimuka sebesar -40 jt, namun perlu dipilih juga akun pasangannya apa yg cocok, dalam kasus anda sepertinya yang cocok adalah beban sewa yg itu artinya beban sewa diakui di tahun ini sebesar 40 jt meski dibayar tahun lalu? dan itu mestinya muncul di LO nilai positif, kebalikan dari kasus hutang beban di kami

      Delete
  2. Apakah beban operasional pada LO boleh bernilai nbegatif? dan apakah boleh ekuitas awal pada LPE boleh bernilai negatif? Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. beban operasional pada LO bisa bernilai negatif di saat-saat tertentu (biasanya setelah dilakukan jurnal balik atas akrual tahun sebelumnya, namun belum ada biaya/ beban yang terjadi versi kas, sehingga beban operasional bisa potensi negatif di awal pembukuan), ekuitas juga pasti bernilai negatif (kolom normal kredit) namun bila yang dimaksud bisakah pada kolom debit (negatif dari kolom normal) tentu saja bisa bagi satker yang memiliki aset lebih sedikit daripada kewajiban, sehingga ekuitas bersaldo pada kolom debet, ingat persamaan akuntansi Aset = Kewajiban + Ekuitas

      Delete