Tuesday, August 6, 2013

Konfigurasi Sistem Aplikasi BOS 2013

Tampilan dari Software BOS 2013 adalah seperti gambar berikut ini. Dimana dalam aplikasi BOS 2013 tersebut terdapat beberapa menu. Secara umum, menu dalam aplikasi BOS 2013 terbagi menjadi 4 kelompok yakni;
  • Menu Konfigurasi Sistem
  • Menu Perencanaan
  • Menu Pembukuan
  • Menu Pelaporan

Seperti terlihat pada gambar di bawah, menu-menu tersebut menunjukkan pula urutan cara penggunaan Aplikasi Software BOS 2013. Dimulai dari Konfigurasi sistem, lalu perencanaan, pembukuan, dan yang terakhir adalah pelaporan.
Pada menu konfigurasi sistem, terdapat paling tidak 3 (tiga) sub menu dalam aplikasi ini yakni;

  • Biodata sekolah
  • Sumber Dana
  • Parameter sistem
Untuk menu Biodata sekolah, pengguna aplikasi BOS 2013 tinggal menambah beberapa data yang perlu ditambahkan dari ketika pertama kali menggunakan aplikasi BOS 2013 ini mulai dari Jenis Sekolah, Status, NPSN, Alamat, dan seterusnya.

Sementara untuk menu Sumber Pendanaan adalah menu yang berisikan sumber-sumber pendanaan yang "mungkin" (karen bukan kami yang membuat program) digunakan untuk mendukung pengisian RAPBS/ RKAKS pada sisi Pendapatan format BOS-K1. Dimana dalam sumber pendanaan ini disediakan juga kolom untuk pengisian saldo awal (dimana saldo awal anggaran/ terutama untuk sekolah/madrasah swasta tidak harus Rp 0) sesuai dengan Juknis BOS.

Artinya saldo akhir tahun BOS tidaklah harus habis, tetapi harus digunakan oleh sekolah sesuai juknis BOS (Permendikbud No 76 Tahun 2012) pada halaman 20 lampiran permendiknas tersebut menyebutkan
Bilamana terdapat sisa dana di sekolah pada akhir tahun anggaran, maka dana tersebut tetap milik kas sekolah dan harus digunakan untuk kepentingan sekolah sesuai dengan program sekolah;
Dalam konfigurasi kode sumber pendanaan tersebut pada aplikasi BOS 2013 ini sepertinya perlu dilakukan penyempurnaan terkain akan dibuatnya format BOS-K1 dari aplikasi BOS 2013 ini. Yang kami maksudkan di sini adalah Kolom saldo kas sepertinya tidak/ belum terhitung dalam pembuatan BOS-K1 nantinya (seperti ditunjukkan pada huruf A dan B gambar di bawah)

Sehingga sebagai solusi sementara pembuatan BOS-K1 terkait saldo awal maka jumlah pada A kami tambahkan dengan jumlah pada C (saldo pada rekening) dan kami cantumkan pada kolom saldo bank karena rekening tidak mungkin bersaldo Rp 0 sebagai saldo awal BOS. Sementara itu jumlah pada B kami copy pada D karena sumbangan orang tua yang riilnya tidak pada saldo bank, tetapi pada saldo kas nantinya juga kita harapkan bisa masuk pada saldo awal RAPBS  (BOS-K1) tahun ajaran berikutnya.
Sub menu selanjutnya dalam Konfigurasi Sistem Aplikasi BOS 2013 adalah parameter sistem.

Dalam parameter sistem ini terdapat banyak tabel yang memiliki fungsinya masing-masing. Pada aplikasi BOS 2013 ini, tabel parameter sistem yang disediakan antara lain;

  1. Jenis Belanja
  2. Daftar Nama dan Kode Bank
  3. Kode Belanja Non-Permendagri
  4. Mapping Pajak
  5. Kode Sumber Pendanaan
  6. Kode Program Nasional
  7. Kode Program Sekolah
  8. Kode Kegiatan Sekolah
  9. Komponen Penggunaan Dana BOS
Tabel Jenis belanja ini bisa dikatakan tabel paling rendah tingkatannya dalam penggolongan keuangan di sistem BOS 2013. Dalam tabel jenis belanja pada program aplikasi BOS 2013 ini terdapat dualisme akun jenis belanja. Bagian atas merupakan jenis belanja dengan pilihan rekening no yang menurut hemat saya penggolongan jenis belanja ini untuk mengakomodasi pembuatan laporan BOS-K7a pada lingkungan kemdikbud atau laporan BOS-K7D pada lingkungan kemenag.

Jenis belanja dengan pilihan "rekening no" merupakan penggolongan (perincian) belanja berdasarkan 13 komponen penggunaan dana BOS (tabel 9) seperti yang dijelaskan pada Juknis BOS 2013 di Kemdikbud maupun di Kemenag.

Sementara golongan kedua dalam jenis belanja ini adalah dengan pilihan "rekening yes" merupakan kode jenis belanja sesuai Permendagri No 59 tahun 2007. Sementara untuk lingkungan Kemenag tentu saja kode akun tersebut tidak berlaku, karena Kemenag merupakan kementrian terpusat sehingga kode rekening yang digunakan menggunakan Perdirjen Perbendaharaan No Per-80/PB/2011 yang telah mengalami beberapa penambahan terutama untuk akun 524xxx yang baru.

Untuk lingkungan Kemenag bisa melakukan perubahan pada kode rekning yang tidak diperlukan (demikian pula untuk lingkungan Kemdikbud bisa menambah atau mengurangi tabel ini sesuai kebutuhan). Cara untuk menambah rekening pada tabel jenis belanja ini (dan juga bisa diaplikasikan pada tabel lainnya) adalah dengan klik kanan pada ujung baris dimana akan ditambah kode rekning baru, lalu pilih menu insert, dan pilih insert table rows above (seperti gambar di bawah)
Dalam penambahan/ perubahan rekening sesuai kebutuhan sekolah, anda bisa mempelajari dari data yang sudah ada tentang jb_id (adalah identitas kode rekening yang tidak boleh sama) dimana peringatan duplikasi ada pada kolom jb_duplikasi). dan seterusnya.

Tabel selanjutnya adalah tabel Daftar Nama dan Kode Bank. Menurut pengalaman penulis, tabel ini berhubungan nantinya dengan buku pembantu bank (BOS-K5) dimana pada baris pertama dihubungkan dengan saldo awal BOS pusat (pada BOS-K7), baris kedua dihubungkan dengan BOS propinsi, dan baris ketiga dihubungkan dengan BOS daerah.
Pada program aplikasi BOS 2013 ini juga terdapat tabel kode belanja non-permendagri. Pada tabel ini sepertinya mengakomodasi beberapa transaksi yang bukan merupakan program sekolah secara langsung seperti halnya transakasi pajak, bunga bank, dan yang lainnya.
Tabel selanjutnya dalam aplikasi BOS 2013 ini adalah tabel maping pajak yang menghubungkan penerimaan pajak dan pengeluarannya agar sesuai. Pada tabel ini saya lakukan perubahan untuk PPh pasal 22 karena dalam peggunaan BOS tidak dipotong pajak pasal 22 (baca lagi juknis BOS)
Table ke-5 dari parameter sistem ini adalah Kode sumber pendanaan yang hampir sama dengan sub menu sebelumnya.
Tabel selanjutnya adalah tabel Program Nasional. dalam hal ini kami pribadi kurang mengerti kode tersebut bersumber darimana. Yang kami ketahui kode sumber progam nasional adalah sebagai berikut (dari aplikasi SAKPA 2013)
1. Pada lingkungan Kemdikbud
01 Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Pendidikan Nasional
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Pendidikan Nasional
04 Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional
06 Program Pendidikan Dasar
07 Program Pendidikan Menengah
08 Program Pendidikan Tinggi
09 Program Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal
10 Program Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Sastra
11 Program Pengembangan Profesi PTK Dan Penjamin Mutu Pendidikan

2. Pada lingkungan Kemenag
01 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Agama
02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Agama
03 Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Agama
04 Program Penelitian Pengembangan dan Pendidikan Pelatihan Kementerian Agama
06 Program Penyelenggaraan Pembinaan dan Pengelolaan Haji dan Umrahi
07 Program Pendidikan Islam
08 Program Bimbingan Masyarakat Islam
09 Program Bimbingan Masyarakat Kristen
10 Program Bimbingan Masyarakat Katolik
11 Program Bimbingan Masyarakat Hindu
12 Program Bimbingan Masyarakat Buddha

Dan kami menduga kode yang tercantum default pada software BOS 2013 ini untuk kode program nasional masih menggunakan acuan lama (sebelum tahun 2010) yang sudah berbeda dengan tahun 2013 ini.
Tabel selanjutnya adalah tabel kode program sekolah yang disuaikan dengan standar pendidikan nasional sesuai dengan permendiknas no 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan yang menyebutkan bahwa dalam menyusun program sekolah, dimana setelah sekolah/ madrasah menentukan visi, misi, dan tujuan sekolah/ madrasah, maka sekolah/madrasah menyusun rencana kerja sekolah/madrasah yang memuat;
1) kesiswaan;
2) kurikulum dan kegiatan pembelajaran;
3) pendidik dan tenaga kependidikan serta pengembangannya;
4) sarana dan prasarana;
5) keuangan dan pembiayaan;
6) budaya dan lingkungan sekolah;
7) peranserta masyarakat dan kemitraan;
8) rencana-rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan pengembangan mutu.
dimana program-program tersebut dalam aplikasi BOS 2013 (sesuai junis BOS 2013) dikelompokkan sesuai dengan 8 standar pendidikan nasional seperti di bawah ini.
Tabel selanjutnya adalah tabel kode kegiatan sekolah yang merupakan perincian dari kegiatan program sekolah di atas
Dan tabel terakhir dalam parameter sistem aplikasi BOS 2013 adalah tabel komponen penggunaan Dana BOS yang ada 13 (tiga belas) sesuai juknis BOS 2013.
Demikian yang bisa kami jelaskan tentang menu konfigurasi sistem pada Aplikasi BOS 2013. Semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment