Sunday, March 31, 2013

Memahami Akun Pemerintah (Digit I)

Meskipun sudah banyak yang mengerti tapi melihat antusias temen-temen di kantor untuk berkonsultasi masalah akun dalam penyelenggaraan pelayanan oleh satuan kerja pelaksana layanan masyarakat dari pemerintah ini maka saya menyimpulkan ada beberapa teman-teman yang ikut mengelola keuangan negara yang belum memahami benar masalah akun ini yang dijabarkan dalam Bagan Akun Standar.


Akun Pemerintah yang memiliki 6 (enam) digit dalam Bagan Akun Standar dapat kita pahami secara bertahap. Pada tulisan ini akan kita bahas melalui digit pertama (Digit I). Kita mengenal paling tidak ada 8 digit I akun pemerintah ini, mulai angka 1 sampe angka 8.

Digit I untuk angka 1 sampai dengan 3 merupakan akun-akun riil atau bisa kita kenali sebagai akun-akun neraca. Bisa dikatakan akun ini adalah akun yang relatif baru dalam dunia akuntabilitas keuangan pemerintah sebagai jawaban atas tututan transparansi pengelolaan keuangan negara. Akun dengan digit pertama angka 1 (satu) adalah akun-akun aset negara, akun dengan digit pertama angak 2 (dua) adalah akun-akun kewajiban atau utang negara, sedangkan akun dengan digit pertama 3 (tiga) adalah akun ekuitas negara.

Digit I angka 4 dan 5 merupakan akun nominal yang sudah lama ada, tapi "mungkin" dulu tidak menggunakan  kode akun ini. Akun dengan digit pertama angka 4 (empat) adalah akun-akun pendapatan negara (baik pajak atau bukan pajak), sedangkan akun dengan digit pertama 5 (lima) adalah akun belanja. Untuk pembahasan akun digit selanjutnya nanti akan lebih konsentrasikan pada akun dengan digit pertama 5 (lima) ini, karena biasanya itu yang sering dipergunakan pada satuan kerja pelaksana pelayanan kepada masyarakat.

Digit I untuk akun pemerintah dengan angka 6 (enam) adalah akun-akun transfer ke daerah. Sementara akun dengan digit I angka 7 (tujuh) adalah akun-akun pembiayaan, dan 8 (delapan) adalah akun-akun non anggaran.

Demikian pemahaman singkat saya tentang digit I akun-akun pemerintah. Bila ada kekurang-tepatan mohon koreksi, dan semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment